Bangun Tempat Pendidikan Bernuansa Islam, Bupati Hibahkan Lahan 5 Hektar.
258
Radio Suara Tabalong
Jumat, 14 Pebruari 2020

RadioSuaraTabalong- Pemerintah Daerah melalui Bupati Tabalong menginginkan adanya Keterpaduan antara Pendirian Sekolah Tahfiz Al Qur'an dan Pondok Pesantren Salafiah dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah.

Dimana Hal itu semata mata untuk membangun dunia pendidikan yang berbasis islami di Tabalong,

 Hal itu disampaikan Bupati Tabalong saat  Rapat Koordinasi bersama Yayasan Syekh Muhammad Nafis Tabalong dan Pengelola STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong di Wisma Tamu Bersinar, Kamis (13/2/20).

Menurutnya, adanya keterpaduan tersebut nantinya akan didukung pemerintah daerah dengan menghibahkan tanah lahan sekitar 5 hektar,meskipun masih dalam proses, 

" semestinya tiga tahun yang lalu itu sudah selesai tapi ternyata pembebasan lahan belum selesai, oleh sebab itu saya dan yayasan masih belum bisa bergerak untuk pembangunan kampus,"kata Bupati.

Selain itu, tambah Bupati Anang ada kekhawatiran lainnya, dirinya tidak ingin nantinya Yayasan STIT Syekh Muhammad Nafis ini seperti pesantren kambintin," misalkan ganti kepala daerah ganti backup juga, 

"saya harap jangan begitu, dan tidak akan pernah, saya disini hanya mengantarkan dan membantu saja  setelah ini kawan yang muda ini mengelolanya,"jelas Bupati.

 Oleh sebab itu, Bupati Anang berharap jangan ada kekhawatiran untuk totalitas di yayasan ini karena ini tidak ada kepentingan politis, karena ini hanya semata mata untuk membangun dunia pendidikan di Tabalong dimana arahnya Universitas islam di Tabalong,

Sementara pendiri sekaligus pembina Yayasan Syekh Muhammad Nafis, Erwan Madani mengatakan dalam laporan perkembangan STIT ini cukup baik, hal itu terlihat dari mahasiswa yang ingin masuk semakin meningkat.


Akan tetapi dari perkembangan yang ada, ternyata dari STIT Syekh Muhammad Nafis sendiri mengalami kendala yang dihadapi seperti halnya fasilitas ruangan perkuliahan yang tidak cukup.


" Intinya untuk STIT ini untuk perkuliahan itu  berjalan dengan lancar, tidak ada kendala, cuma dengan masuknya mahasiswa baru tahun ini kita kekurangan ruangan, meskipun dipinjami sebagian dari fasilitas ada masih kurang dan harus dibenahi secepatnya,"Harap Erwan.


Terlepas sejumlah kendala itu, ada kabar gembira,bahwasanya STIT Syekh Muhammad Nafis tengah berproses untuk di akreditasi,selain itu juga ada tantangan bagi kami dimana ada harapan dan aspirasi kedepan STIT Tabalong ini akan membuka program studi ekonomi syariah, mohon dukungan dari semuanya agar prodi ini bisa dibuka di STIT ini," tutupnya.


Bagikan: