Penyusunan Dokumen Informasi, Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah
63
Radio Suara Tabalong
Kamis, 06 Pebruari 2020

RadioSuaraTabalong - Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) ketiga tentang penyusunan Dokumen informasi, Kinerja pengelolaan lingkungan hidup Daerah (DIKPLHD)

Bertempat di Aula Penghulu Rasyid, Kamis (5/2/20) kegiatan ini dihadiri sejumlah SKPD terkait, dimana pelaksanaan FGD ke-3 kali ini selain Penyusunan DIKPLHD, juga membahas terkait penjaringan isu lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong, Rowie Rawatianice mengatakan sebelumnya dua FGD sudah dilaksanakan, dimana FGD pertama kemarin berisi penyampaian persepsi baik di tim maupun juga pemamaham IKlPd itu, terus ditindaklanjuti dengan FGD kedua berisi pengevalusian FGD pertama," Sedangkan FGD ketiga hari ini  membahas penjaringan isu lingkungan, "kata Rowie.

Lebih lanjut, kata Rowie, keterkaitan FGD kali ini sebenarnya kita ingin melakukan penjaringan isu lingkungan

" Contohnya seperti yang sudah kita bahas tadi tentang kualitas udara,itu sebenarnya tidak bisa dipaksakan jika kualitas udara di lingkungan Kabupaten tabalong itu memang bagus, dan kita tidak bisa angkat itu menjadi isu."bebernya .

Terlepas dari itu, kata Rowie keterkaitannya dengan IKPLHD, mendapat respon fositif dan dukungan dari Bupati Tabalong,sebab dokumen IKPLHD ini akan menjadi rapotnya beliau, " jika ini nanti berhasil maka dinyatakan bahwa beliau sudah berhasil mengawal masalah pengelolaan lingkungan hidup di kabupaten Tabalong, dan ini menjadi modal besar kita untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Tabalong siap sebagai interline IKN "ibu kota Negara,"jelasnya.

Sementara Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dalam sambutannya mengingatkan agar tingkat peradaban di Tabalong tidak tergolong rendah

Dirinyamengharapkan dalam pengelolaan lingkungan harus lebih optimis menuju lebih baik.

"Sebagai Contoh yang kita lihat, masih ada membuang sampah sembarangan, nah yang jadi pertanyaan saya sesulit itukah mengelola lingkungan hidup, jawabannya bisa iya bisa tidak, dan kalau kita optimis tentu bisa,"tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bupati dirinya tidak mengharapkan penghargaan seperti adiwiyata, adipura, "tetapi sepanjang penghargaan itu belum kita terima dan dapatkan berarti pekerjaan kita belum benar. Jadi kalau kita ingin mendapatkan penghargaan kita hanya perlu mendapatkan ukurannya saja."tutupnya. (Rina).


Bagikan: